top of page

Tips umroh mandiri dari Belanda

Diperbarui: 7 Mar



Hari Rabu tanggal 21 Februari 2024, Ibu Lily Hamid, salah satu anggota berbagi informasi seputar pengalaman nya Umroh Mandiri dengan keluarga di Kultum (kuliah 7 menit) pada jemaah Majlis Ta’lim An-nisa lainnya. Mereka sudah melaksanakan umroh mandiri tersebut dari tanggal 3 Februari s/d 12 Februari 2024

 

 

APAKAH YANG MEMBUAT IBU LILY BERANI MELAKSANAKAN UMROH MANDIRI?

 

Menurut bu Lily Hamid, kenapa beliau berani untuk melakukan umroh mandiri adalah, karena sang anak yang menguatkan keinginan sang ibu untuk pergi ber-umroh. Sang putri mengatakan “Jika liburan saja kita bisa, kenapa umroh tidak bisa bu?”. 

 

Akhirnya dimulailah dengan merencanakan semua hal.

  1. Pertama sekali bu Lily mencari waktu cuti yang tepat.

  2. Kemudian mencari hotel yang sesuai dengan lokasi dan budget.

  3. Visa. Awalnya mereka mencoba membuat visa melalui Saudi airlines, ternyata karena Passport Indonesia, bu Lily mengalami kendala. Akhirnya informasi yang diterima oleh bu Lily bawah Visa bisa didapatkan secara langsung di sana, di Saudi Arabia, yaitu dengan Visa on Arrival. Suami mengkhawatirkan jika nanti bu Lily dan putrinya akan mengalami kendala. “Jika mengalami kendala disana, saya akan Kembali ke Belanda, paling juga rugi di tiket” jawab bu Lily ke suami beliau yang tidak ikut dalam rencana umroh tersebut. Tidak perlu “mahram” untuk keberangkatan ijin. Sehingga memudahkan bu Lily berangkat hanya dengan putrinya saja.

  4. Perburuan Tiket pesawat. Untuk tiket pesawat, awalnya mereka mencoba mencari tiket dari Saudi airlines, ternyata lumayan mahal, akhirnya beralih ke Turkish Airlines yang sesuai dengan budget mereka.

 

Terbang dari Amsterdam pukul 02.00, sampai di Istanbul sekitar pukul 07.00. Stay selama 5 jam sebelum melanjutkan perjalanan ke Jeddah. Disana semua informasi jelas tersedia. Jadi tidak menyulitkan jemaah untuk umroh.

 

Begitu sampai di Saudi Arabia, mereka segera bisa melaksanakan rangkaian ibadah umroh.

Tidak ada pertanyaan berarti dari petugas Turkish Airline ketika mereka transit di Turki. Mereka bisa melanjutkan ke penerbangan selanjutnya menujuh Jeddah.

 

Begitu sampai Jeddah, Visa on arrival bisa di print out di mesin khusus yang ada di bandara King abdul Aziz, Jeddah atau bisa ke bagian tempat penjualan tiket/customer service, mereka akan membantu mem-print kan dokumen tersebut :

 

Berikut link pembuatan Visa on arrival :

Saudi eVisa | The Official website for Tourist Visa to Saudi Arabia ( www.visitsaudi.com )

 

Visa ini bisa digunakan selama setahun, dan harganya 300 SAR.

 



Selesai dengan urusan visa on arrival, perjalanan dilanjutkan menuju ke Mekkah dengan menggunakan kereta cepat. Karena ini pengalaman pertama dan sangat ingin sekali mereka untuk mencoba kereta cepat tersebut. Jarak tempuh sekitar 100KM itu dilalui hanya selama 32 menit. Tiket bisa beli online dari mesin atau bisa ke customer service. 

 

Sampai di station kereta api di Mekkah. Perjalanan mereka dilanjutkan dengan menggunakan bus shuttle, GRATIS yang disediakan pihak hotel menuju hotel tempat mereka menginap.

 

Tetapi jika waktu sampai stasiun kereta cepat di mekkah sudah siang, bu Lily menyarankan untuk menggunakan taxi saja, agar tidak tertinggal waktu sholat. Biayanya sekitar 20 SAR.

 

Ibu Lily sedikit mengeluhkan sistem check in di hotel. Prosesnya lamban sekali. Tetapi hal tersebut tidak menyurutkan semangat bu Lily dan keluarga untuk melaksanakan ibadah umroh. Selesai check in, mandi membersikan diri. Dimulailah pelaksanaan umroh, dimulai dari Tawaf dan dilanjutkan dengan Sai.

 

Kemudian dihari ketiga, ibu Lily dan putrinya melanjutkan ibadah ke Madinah. Jiarah ke makam Nabi Muhammad SAW di Raudah, Masjid Nabawi. Dari Mekkah bisa menggunakan bus sekitar 12 SAR, atau dengan menggunakan Taxi sekitar 50 SAR, jika ingin Taxi ber AC dikenakan biaya 100 SAR. ``Jika ingin ke Raudah, khusus perempuan, bisa masuk dari Gate no 32, tidak perlu daftar online, karena biasanya malah jadi penuh sekali, proses lebih lama`` begitu yang saya alami, kata bu lily.

 

Pertanyaan dari jemaah, apakah WNI yang tinggal di Belanda bisa melakukan Haji Mandiri juga?

 

Hal tersebut untuk saat ini TIDAK BISA. Hanya bisa dilakukan dengan mendaftar online dan memilih travel terdaftar yang sudah ditunjuk oleh pihak pemerintahan Saudi Arabia.



 

191 tampilan0 komentar

Postingan Terkait

Lihat Semua

Comments

Rated 0 out of 5 stars.
No ratings yet

Add a rating

Artikel lainnya

Donasi dan Sodaqoh 

bottom of page